LEMBAGA PENDIDIKAN
MA’ARIF CIKEDUNG, MAJALENGKA SIAP MENCETAK LULUSAN YANG DISTINCTIVE DAN DIFFERENT
DMC Media 16/09/2018. Memasuki
era Destructive Innovation,
pendidikan menjadi sebuah kebutuhan penting bagi setiap individu. Tuntutan
kehidupan yang semakin kompleks, mengharuskan setiap individu memiliki
kompetensi untuk memenangkan kompetisi dalam berbagai hal. Selain itu,
perkembangan teknologi pun semakin menggeser peran individu di berbagai bidang.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kreativitas sangat diperlukan. Salah
satu caranya, yaitu melalui pendidikan.
Lembaga
Pendidikan Ma’arif Cikedung, Majalengka yang telah berdiri sejak tahun 90an
terus berupaya dalam memberikan pelayanan terbaiknya melalui pendidikan formal
dan non-formal. Pendidikan formal yang diselenggarakan oleh LP. Ma’arif
Cikedung meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Adapun pendidikan non-formalnya dilakukan melalui pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.
Adapun pendidikan non-formalnya dilakukan melalui pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.
Penyeimbangan
antara pendidikan umum dan agama ini dimaksudkan agar outcomes pendidikan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang
komprehensif, yang meliputi kemampuan akademik (intelegensi) serta kemampuan
emosional dan spiritual.
Selain itu, Menurut Pakar pendidikan, yang merupakan Guru Besar Universitas Islam Nusantara, Prof. Dr. Achmad Sanusi mengungkapkan bahwa kemampuan seorang individu tidak hanya dibatasi oleh kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor saja. Akan tetapi, ketiga kemampuan tersebut pun harus dilengkapi pula dengan believing skill, operation skill, dan managerial skill.
Oleh karena itu, Lembaga Pendidikan Ma’arif Cikedung hadir untuk menyiapkan individu yang mampu menjawab tantangan Revolusi 4.0 sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya pintar secara intelegensi, namun memiliki kepribadian yang santun dan religius. Lulusan seperti itulah yang kelak akan menjadi kompetitor ulung (distinctive dan different), yang cerdas dalam mengelola hati, budi, dan akalnya.
Keunggulan yang ditawarkan tersebut menjadi dasar dalam memberikan pelayanan prima kepada semua lapisan masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan yang distinctive (spesial) dan different (beda).
Selain itu, Menurut Pakar pendidikan, yang merupakan Guru Besar Universitas Islam Nusantara, Prof. Dr. Achmad Sanusi mengungkapkan bahwa kemampuan seorang individu tidak hanya dibatasi oleh kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor saja. Akan tetapi, ketiga kemampuan tersebut pun harus dilengkapi pula dengan believing skill, operation skill, dan managerial skill.
Oleh karena itu, Lembaga Pendidikan Ma’arif Cikedung hadir untuk menyiapkan individu yang mampu menjawab tantangan Revolusi 4.0 sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya pintar secara intelegensi, namun memiliki kepribadian yang santun dan religius. Lulusan seperti itulah yang kelak akan menjadi kompetitor ulung (distinctive dan different), yang cerdas dalam mengelola hati, budi, dan akalnya.
Keunggulan yang ditawarkan tersebut menjadi dasar dalam memberikan pelayanan prima kepada semua lapisan masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan yang distinctive (spesial) dan different (beda).
Penulis :
Dr. Leny Sriwahyuni, M.Pd
0 Komentar