KH. Ahmad Dahlan Tokoh Pembaharu Islam di Indonesia
KH. Ahmad Dahlan terlahir dengan nama asli Muhammad Darwis. Nama “Ahmad Dahlan” didapatkan setelah pulang menunaikan ibadah haji. Ulama yang mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia ini lahir di Kauman, Yogyakarta, pada 1 Agustus 1868 (sumber lain menyebut tahun 1869)[1]. Ia merupakan putra keempat dari tuujuh bersaudara dari keluarga KH. Abu Bakar, seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu KH. Ahmad Dahlan adalah putri H. Ibrahim yang juga menjabat sebagai penghulu Kesultanan Yogyakarta pada masa itu[2].
KH. Ahmad Dahlan diakui sebagai salah seorang tokoh pembaharu dalam pergerakan Islam Indonesia karena ia mengambil peran dalam pengembangan pendidikan Islam dengan pendekatan-pendekatan yang lebih modern. Ia berkepentingan dengan perkembangan pendidikan Islam yang ada di masyarakat, yang menurutnya, tidak sesuai dengan Al Quran dan Hadist[3]. Dari segi nasab KH. Ahmad Dahlan masih memiliki hubungan darah dengan Syeikh Maulana Malik Ibrahim (seorang penyebar Islam di Gresik pada abad 15). Pertalian darah ini diperolehnya dari jalur sang ayah. Dari garis ayahmya, KH. Ahmad Dahlan merupakan keturunan ke-11 Syeikh Maulana Malik Ibrahim.
Sejak kecil KH. Ahmad Dahlan sangat disayang oleh ayahnya lantaran sifat-sifat luhur yang dimilikinya, dia mempunyai sifat yang baik, budi pekerti yang halus dan hati yang lunak serta berwatak cerdas. Berkat kecerdasan itu pada usia 8 tahun ia sudah bisa membaca Al Quran dengan lancar. Tidak hanya itu, kecerdasannya juga dibuktikan atas kepiawaiannya dalam mempengaruhi teman-teman sepermainannya dan dapat mengatasi segala permasalahan yang terjadi diantara mereka.
Mengenai pendidikannya, KH. Ahmad Dahlan tidak menimba ilmu di sekolah umum. Ia mendapatkan pendidikan keagamaan langsung dari ayahnya. Salah satu alasannya adalah karena waktu itu sekolah umum didirikan oleh belanda, yakni sekolah gubernamen. Sedangkan suasana dikampungnya KH. Ahmad Dahlan sangat anti-penjajah. Karena itu, siapa saja yang belajar di sekolah yang didirikan belanda akan di cap sebagai orang kafir, dan hukumnya haram.
Pada usia 22 tahun, KH. Ahmad Dahlan berangkat ke tanah suci Makkah guna menunaikan ibadah haji dan sekaligus menimba ilmu agama seperti qira’utul Quran, tafsir, tauhid, fikih, tasawuf, dan ilmu falak. Lima tahun berada di negeri itu, dia rajin mempelajari pandangan dan sikap tokoh-tokoh pembaharu Islam seperti Ibnu Taimiyah, Jamaluddin Al-Afgani, Rasyid Ridha, dan Muhammad Abduh. Bagi KH. Ahmad Dahlan, mereka adalah ulama yang mampu mempertahankan prinsip keterbukaan pintu ijtihad yang sudah ada, untuk kemudian memilih pendapat yang kebenarannya lebih mendekati petunjuk Al Quran dan sunnah.
Pada tahun 1903 untuk kedua kalinya KH. Ahmad Dahlan berangkat ke Makkah bersama putra laki-lakinya, Siraj Dahlan yang kadang dipanggil Djumhan. Pada kesempatan ini ia bertenu tokoh yang dikaguminya, yaitu Rasyid Ridha. Pada perteman itu mereka banyak mendiskusikan berbagai masalah pembaharuan Islam di dunia. KH. Ahmad Dahlan semakin yakin bahwa pengajaran Islam di tanah airnya sudah jauh ketinggalan zaman dan harus diganti dengan cara yang lebih modern.
Abuya Dimyati: Jalan Saya adalah Ngaji
Muhammad Dimyathi bin Syaikh Muhmmad Amin, yang biasa dipanggil masyarakat dengan sebutan Abuya Dimyati atau mbah Dim. Ia lahir dari pasangan H. Amin dan Hj. Ruqayah, ia memiliki kecerdasan dan kesalihan sejak ia masih kecil. Ia belajar dari satu peseantren dan pesantren lain, diantaranya pesantren Cadasari Kadupaseng Pendaglang, kemudian pesantren di Plamunan hingga Pleret Cirebon.
Abuya berguru pada banyak ulama sepuh di tanah Jawa, di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Ahmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dahar Watu Congol, Mbah Nawawi Jejejran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidawi Lasem, dan masih banyak guru lainnya. Dari semua guru-guru beliau bermuara pada Syekh Nawawi Al Bantani, baginya para kiai sepuh memiliki kriteria khalifah dan mursyid yang sempurna.
Abuya Dimyati dikenal sebagai sosok yang kharismatik, tekun, bersahaja, dan sederhana. Kesohoran Abuya Dimyati dalam bidang ilmu dan tasawuf menjadikan Banten tak pernah sepi dengan pencari ilmu maupun tamu, semasa hidupnya ia menjadi gurunya para guru dan kiainya para kiai. Sejak mondok di Watucongol, Buya sudah diminta mengajar teman-teman santrinya oleh mbah Dalhar, begitupun saat ia berpindah di pesantren-pesantren yang lain. Abuya Dimyati seringkali berpesan kepada muridnya, “jangan meninggalkan ngaji karena kesibukan urusan maupun umurmu.” baginya menuntut ilmu adalah hal yang sangat penting, ia menyerukan “thariqah aing mah ngaji” (jalan saya adalah mengaji). Sebab tinggi rendahnya derajat ulama dilihat dari bagaimana ia mehargai ilmu.
Baginya hidup adalah ibadah, saat di Kaliwinggu ia mengajar dari pagi sampai dengan menjelang Dhuhur kembali mengajar setelah Dhuhur sampai Ashar dan berlanjut dari Ashar hingga Maghrib, saat waktu Maghrib sampai Isya ia habiskan untuk wirid dan kembali mengajar hingga larut malam dan dilanjutkan dengan ibadah malam qiyamul lail sampai bertemu watu Subuh.
Ketika Abuya Dimyati menginginkan berguru pada KH. Baidlawi Lasem, ia diminta untuk pulang namun ia menolak dengan menjawab, “saya tidak memiliki ilmu.” Pada suatu ketika ia bertemu dengan KH. Baidlawi Lasem memohon warisan thariqah naumun KH. Baidlawi menjawab, “mbah Dim, zikir itu sudah termaktub dalam kitab, begitupula dengan shalawat silakan memuat sendiri saja, saya tidak bisa apa-apa. Tarekat adalah sebuah wadfizah yang terdiri dari zikir dan salawat,” untuk kesekian kalinya lalu KH. Baidlawi menyuruh Buya untuk shalat istikharah dan kembali memnemui KH. Baidlawi, kemudian diijazahi thariqah Asy-Syadiliyah.
Abuya Dimyati wafat pada malam Jumat Pahing 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424, sekitar pukul 3.00 WIB meninggal pada usia 78 tahun.
Wallahua’lambisoab.


1 Komentar
1xbet | 1xbet | Bet with a Bonus - RMC | Riders Casino
BalasHapus1XBet allows you to bet on 1xbet login any 메이피로출장마사지 favourite horse races or any other sporting event. jancasino.com ✓ 도레미시디 출장샵 Get up to £300 + 200 Free Spins No Deposit